Hal ini dapat kita lihat pada Al-Qur'an Surah Al-Ma'aarij ayat 19 sampai 21 :
إِنَّ الْإِنسَانَ خُلِقَ هَلُوعاً
Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.
إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعاً
Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,
وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعاً
dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,
Tentu kita pernah mendapatkan kedua macam cobaan seperti ini,baik cobaan berupa kesusahan maupu kenikmatan. Dan sebagai manusia, sudah tentu kita akan cenderung untuk melakukan kedua sifat alami tadi. Akan tetapi, hal ini tentunya bukan hal yang baik. Lalu timbullah pertanyaan, salahkah Allah memberikan dua sifat ini pada manusia, yang jelas-jelas menjadi mahluk yang paling sempurna jika dibandingkan dengan mahluk-mahluk Allah lainnya? Tentu saja tidak; sebab sifat-sifat ini sengaja dijadikan oleh Allah sebagai alat pelengkap untuk manusia pada saat menghadapi ujian keimanan selama hidup di dunia.