Di dalam ajaran islam, ada dua sifat manusia yang sengaja diberikan oleh Allah SWT, yakni mengeluh dan kikir. Ketika Allah SWT memberikan cobaan berupa kesusahan, maka ia mengeluh. Dan ketika diberikan cobaan berupa kenikmatan, maka ia akan kikir.
Hal ini dapat kita lihat pada Al-Qur'an Surah Al-Ma'aarij ayat 19 sampai 21 :
Diam Itu Emas
Sebuah pepatah mengatakan, DIAM ITU EMAS memanglah benar. Dan tak dapat dipungkiri, bahwa yang namanya emas memang selalu diam. Apapun yang kita lakukan terhadap emas ini, ia akan tetap diam. Dan yang lebih menarik lagi, emas merupakan logam mulia. Jadi bisa disimpulkan bahwa diam adalah suatu yang tindakan yang mulia, semulia emas.
Marhaban Ya Ramadhan
Bulan Ramadhan sesaat lagi akan menjadi tamu agung bagi kelangsungan perjalanan kita di dunia ini. Di mana segala kekeliruan yang kita lakukan akan diluruskan kembali dengan hadirnya bulan seribu bulan ini. Segala dosa yang telah kita perbuat akan dihapuskan. Oleh sebab itu, mari kita sambut Ramadhan dengan penuh kebahagiaan, sebab salah satu pintu surga akan sangat merindukan mereka yang mengagungkan Ramadhan, menyambutnya dengan suka cita, maupun orang-orang yang merindukan hadirnya bulan Ramadhan.
Bagi mereka yang telah mendahului kita dan kembali pada-Nya, bulan Ramadhan merupakan bulan yang amat sangat ditunggu-tunggu dan diharapkan, baik bagi mereka yang termasuk golongan orang-orang yang beruntung maupun tidak. Bagi orang-orang yang tidak beruntung, dengan hadirnya bulan yang sangat mulia ini, segala siksaan yang mereka terima akan ditangguhkan. Dan bagi mereka yang termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung, segala kenikmatannya akan dilipat gandakan. Dan mereka semua, baik yang beruntung maupun yang tidak beruntung akan menangis di saat Ramadhan akan berakhir.
Bagi kita yang masih hidup, mestinya kita dapat menyambut kehadirannya dengan lebih sukacita. Sebab Allah SWT telah memberikan suatu kenikmatan ini hanya kepada kita pengikut Rasulullah SAW dan tidak dapat dirasakan oleh kaum sebelum kita. Dan beruntunglah kita masih dipertemukan kembali dengan bulan yang sangat mulia ini.
Bagi mereka yang telah mendahului kita dan kembali pada-Nya, bulan Ramadhan merupakan bulan yang amat sangat ditunggu-tunggu dan diharapkan, baik bagi mereka yang termasuk golongan orang-orang yang beruntung maupun tidak. Bagi orang-orang yang tidak beruntung, dengan hadirnya bulan yang sangat mulia ini, segala siksaan yang mereka terima akan ditangguhkan. Dan bagi mereka yang termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung, segala kenikmatannya akan dilipat gandakan. Dan mereka semua, baik yang beruntung maupun yang tidak beruntung akan menangis di saat Ramadhan akan berakhir.
Bagi kita yang masih hidup, mestinya kita dapat menyambut kehadirannya dengan lebih sukacita. Sebab Allah SWT telah memberikan suatu kenikmatan ini hanya kepada kita pengikut Rasulullah SAW dan tidak dapat dirasakan oleh kaum sebelum kita. Dan beruntunglah kita masih dipertemukan kembali dengan bulan yang sangat mulia ini.
Kebiasaan Berdoa
Kebiasaan berdoa merupakan hal sangat baik, bahkan semua agama di dunia mengajarkan agar kita bordoa pada setiap akan melakukan suatu kegiatan. Sebab dengan berdoa, sesungguhnya kita telah memohon izin kepada Yang Maha Kuasa untuk malaksanakan kegiatan yang hendak kita kerjaan tersebut. Dan dengan berdoa, kita tentunya juga telah mengingat-Nya, sehingga kemungkinan besar akan dimudahkan-Nya segala urusan kita.
Bahkan kebiasaan berdoa ini juga sangat dianjurkan pada saat kita mendapat cobaan atau musibah. Dengan demikian kita telah mendekatkan diri pada Ilahi, sang pemilik kehidupan ini, sehingga beban yang kita rasakan menjadi lebih ringan. Dan bisa jadi semua cobaan dari-Nya pun akan berakhir dan diganti dengan kenikmatan yang tidak kita duga-duga sebelumnya. Tentu kita semua akan merasakan bahagia.
Bahkan kebiasaan berdoa ini juga sangat dianjurkan pada saat kita mendapat cobaan atau musibah. Dengan demikian kita telah mendekatkan diri pada Ilahi, sang pemilik kehidupan ini, sehingga beban yang kita rasakan menjadi lebih ringan. Dan bisa jadi semua cobaan dari-Nya pun akan berakhir dan diganti dengan kenikmatan yang tidak kita duga-duga sebelumnya. Tentu kita semua akan merasakan bahagia.
Memaafkan
Memaafkan tentunya sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang yang hidup di dunia ini, terutama bagi seorang muslim. Hal ini disebabkan karena Allah SWT menciptakan kita sebagai makhluk yang bernama manusia dengan segala kekurangan, meskipun kita adalah makhluk yang paling sempurna. Dan dengan memaafkan, kita dapat menjadi pribadi yang lebih sempuna.
Coba kita bayangkan jika tak ada seorangpun di muka bumi ini yang mau saling memaafkan, apakah mungkin hidup dan kehidupan ini dapat berjalan dengan sewajarnya. Jika yang kita turutkan hanya hawa nafsu atau emosi saja, maka yang akan terkumpul hanya dendam. Dan pada akhirnya kita sendiri yang akan rugi, karena semakin lama semakin berkurang orang-orang di sekeliling kita, karena kita tidak mau saling memaafkan.
Coba kita bayangkan jika tak ada seorangpun di muka bumi ini yang mau saling memaafkan, apakah mungkin hidup dan kehidupan ini dapat berjalan dengan sewajarnya. Jika yang kita turutkan hanya hawa nafsu atau emosi saja, maka yang akan terkumpul hanya dendam. Dan pada akhirnya kita sendiri yang akan rugi, karena semakin lama semakin berkurang orang-orang di sekeliling kita, karena kita tidak mau saling memaafkan.Arti Sebuah Penghargaan
Tentunya kita semua sependapat bahwa yang namanya penghargaan, ditujukan kepada sesuatu atau seeorang yang dianggap telah memberikan kebaikan. Dan jika dilihat dari bentuknya, penghargaan dapat berupa ucapan atau materi. Dalam kehidupan bermasyarakat, yang namanya penghargaan biasanya lebih condong kepada hal yang bersifat materi ketimbang ucapan. Namun bukan berarti perghargaan berupa ucapan kurang berarti, justru penghargaan berupa ucapan ini yang dapat mempererat hubungan baik.
Alhamdulillah
Sebagai ungkapan rasa syukur kita pada kemurahan yang telah diberikan oleh Allah SWT, biasanya kita akan mengucapkan alhamdulillahi robbil alamin. Sejauh mana kita mengucapkannya, yang paling baik adalah dengan setulus hati dan dilanjutkan dengan perbuatan. Sebagai misal, ketika kita mendapat pekerjaan yang paling kita idam-idamkan, otomatis kita akan merasa senang, lalu tanpa sadarpun kita mengucapkan alhamdulillah. Selanjutnya kita melakukan sujud syukur.
Menjadi Diri Sendiri
Saat yang paling disukai setiap orang adalah ketika kita bisa menjadi diri sendiri. Misalnya ketika tiba hari libur, kita bisa memanjakan diri dengan cara tidur sepuasnya, kemudian kita bisa bangun tidur kesiangan, bersantai-santai ria . Karena merasa hari ini dalah hari kita, jadi kita bebas melalukan apa saja yang kita mau.
Bila kita cermati, betapa sedikit sekali ya waktu untuk diri kita sendiri. Paling-paling hanya seminggu sekali. Namun demikian, tentu kita pun akan merasakan kebahagiaan juga, meskipun nikmat itu datangnya hanya seminggu sekali. Dan pastinya, kita akan bersyukur.
Bila kita cermati, betapa sedikit sekali ya waktu untuk diri kita sendiri. Paling-paling hanya seminggu sekali. Namun demikian, tentu kita pun akan merasakan kebahagiaan juga, meskipun nikmat itu datangnya hanya seminggu sekali. Dan pastinya, kita akan bersyukur.
Kesempurnaan
Sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna, manusia terkadang suka lupa diri. Merasa tak ada kekurangan pada dirinya, baik itu dalam kesehatan, keuangan, popularitas, atau yang lain-lainnya. Bahasa gaul-nya kepedean.
Misalnya ada seorang perempuan yang sempurna yang sangat mengagumkan dengan wajah yang cantik, atletis, pintar mengaji, taat beribadah, rendah hati, sabar, jujur, brilian, kerja mapan dan sukses serta anak orang kaya pula, penggemar tak terhitung, antrian cinta amat panjaaaaaang, dan masih banyaaaaaaaaak lagi. Adakah yang kurang? Tidak. Tipe perempuan seperti inilah yang banyak dicari oleh para lelaki, dinanti oleh banyak perusahaan-perusahaan besar juga agensi, dirindui oleh banyak pintu-pintu surgawi dan sebagainya. Sempurna. Excellent.
Misalnya ada seorang perempuan yang sempurna yang sangat mengagumkan dengan wajah yang cantik, atletis, pintar mengaji, taat beribadah, rendah hati, sabar, jujur, brilian, kerja mapan dan sukses serta anak orang kaya pula, penggemar tak terhitung, antrian cinta amat panjaaaaaang, dan masih banyaaaaaaaaak lagi. Adakah yang kurang? Tidak. Tipe perempuan seperti inilah yang banyak dicari oleh para lelaki, dinanti oleh banyak perusahaan-perusahaan besar juga agensi, dirindui oleh banyak pintu-pintu surgawi dan sebagainya. Sempurna. Excellent. Membicarakan Cinta
Membicarakan cinta memang seperti menguras samudra. Takkan ada habisnya. Dan tak pernah selesai. Sebab cinta adalah fitrah makhluk hidup yang bernama manusia. Cinta dan denyut nafas di dalam kehidupan manusia akan selalu berangkulan, sampai kematian yang memisahkan.
Cinta yang sebenar-benarnya cinta adalah pengorbanan. Seperti seekor lebah yang dengan gagah berani merelakan nyawanya hilang ketika melindungi sarangnya yang sedang terancam. Seperti sebatang lilin yang rela terbakar habis demi setitik cahaya.
Cinta yang sebenar-benarnya cinta adalah pengorbanan. Seperti seekor lebah yang dengan gagah berani merelakan nyawanya hilang ketika melindungi sarangnya yang sedang terancam. Seperti sebatang lilin yang rela terbakar habis demi setitik cahaya.Mengejar Kekayaan
Kehidupan di jaman modern seperti sekarang ini memang tidaklah mudah. Segala sesuatunya diukur dengan materi yang pada akhirnya seseorang dapat dikatakan sukses apabila di dalam hidupnya berkelimpahan harta. Namun, bagi mereka yang hidupnya pas-pasan apalagi di bawah garis kemiskinan, tentunya hal ini bertolak belakang. Semakin rendah tingkat ekonomi, semakin jauh juga anggapan masyarakat mengenai kesuksesannya.
Apakah memang harus seperti itu cara manusia memandang orang lain, hanya sebatas pada kemampuannya mencari nafkah. Padahal, kehidupan di dunia ini hanyalah sesaat saja, dan ketika kembali kepada sang Pemilik, tidak sedikitpun apa-apa yang telah diraih dan kumpulkan di dunia ini akan dibawanya ke alam kubur.
Apakah memang harus seperti itu cara manusia memandang orang lain, hanya sebatas pada kemampuannya mencari nafkah. Padahal, kehidupan di dunia ini hanyalah sesaat saja, dan ketika kembali kepada sang Pemilik, tidak sedikitpun apa-apa yang telah diraih dan kumpulkan di dunia ini akan dibawanya ke alam kubur.
Menyikapi Penderitaan
Di dalam ajaran islam, yang namanya penderitaan itu merupakan suatu nikmat yang yang berbentuk ujian. Barang siapa sanggup melewatinya dengan baik, Insya Allah akan banyak kenikmatan yang akan diterima sebagai balasan atau hadiah dari Allah SWT. Belum lagi pahala yang bisa dinikmati di hari akhir nanti.
Memang, yang namanya penderitaan itu sesuatu yang tidak diinginkan oleh semua orang, bahkan semua makhluk di muka bumi ini. Namun, adakah yang bisa menghindarinya? Tentunya tidak.
Kebahagiaan Sejati
Terkadang dalam menjalani hidup ini kita merasakan betapa beruntungnya kita, mendapatkan sesuatu yang tidak didapatkan oleh orang lain. Dan kita merasakan bangga akan hal itu. Kita menjadi bahagia karena hanya kita yang mendapatkannya. Sebaliknya, ketika kita tak mendapatkan sesuatu seperti yang didapatkan oleh orang lain, kita merasa kecil hati dan menjadi sedih. Betapa beruntungnya orang itu, tidak seperti kita ini. Kemudian muncullah perasaan iri di dalam hati kita.
Apakah hidup di dunia ini hanya kita yang berhak mendapatkan kebahagiaan? Tentu tidak, Sebab semua yang namanya makhluk hidup berhak mendapatkan kebahagiaan. Tanpa kecuali.
Pengemis
Kita tentu sudah mengenal yang dimaksud dengan pengemis. Ya, Pengemis itu adalah seseorang yang di dalam hidupnya mengalami kesulitan dalam mencari nafkah sampai-sampai harus meminta belas kasihan dari orang lain. Meskipun pekerjaan ini seperti merendahkan harga diri pelakunya, namun tidak sedikit orang yang memanfaatkan situasi ini untuk mencari rezeki, padahal kalau mau, mereka bisa mencari rezeki dengan cara yang lebih membanggakan.
Sebagai orang yang diberikan kecukupan rezeki, seharusnya kita bersyukur kepada Allah SWT dengan segala kemurahanNya. Tidak pernah merasakan kelaparan seperti pengemis tersebut, meskipun seringkali ketika makan, makanan yang kita santap tidak habis, lalu kita buang begitu saja dengan sia-sia. Seandainya kita memberi makan pada orang lain, lalu dibuang seperti yang kita lakukan, betapa kecewanya kita terhadapnya. Lantas, pada perbuatan kita tadi, bagaimana perasaan kita di hadapan Allah SWT?
Kecantikan Bagi Wanita
Dalam fitrahnya sebagai manusia, yang namanya wanita identik dengan kecantikan, keindahan, kelembutan dan masih banyak lagi. Dan sebagai wanita, mereka tentu ingin setiap orang mengagumi dirinya, baik dari sesama wanita terlebih-lebih dari laki-laki. Para wanita-wanita tersebut akan berusaha semaksimal mungkin agar dapat tampil menarik. Mereka akan menggunakan berbagai cara agar dapat terpenuhi keinginannya tersebut. Apabila keinginannya tersebut telah tepenuhi, niscaya akan membuat rasa kebanggaan tersendiri bagi dirinya serta akan menambah juga rasa percaya diri pada dirinya.
Menuju Manusia Sempurna
Di dalam perjalanan hidupnya, setiap orang tentulah pernah merasakan kesulitan. Baik masalah dalam hubungan dengan orang lain, masalah keuangan, masalah kesehatan ataupun masalah yang lain. Tak mungkin ada orang yang tak mempunyai masalah atau kesulitan. Bahkan, semenjak lahir pun, kesulitan sudah menjadi sahabat sejati bagi yang namanya manusia.
Sang pemenang
Sekarang kita akan bicara mengenai kemenangan dan pemenang. Seorang pemenang, menurut saya adalah orang yang mampu mengalahkan rasa ketidak-mampuannya, meyakinkan dirinya bahwa sesuatu yang dihadapinya bukanlah sesuatu yang tidak dapat ditaklukkannya, meskipun teramat sangat sulit sekalipun.
Sedangkan putus asa merupakan suatu tindakan yang menurut saya hanya dimiliki oleh orang-orang yang bermental kurang kuat atau mudah menyerah.
Sedangkan putus asa merupakan suatu tindakan yang menurut saya hanya dimiliki oleh orang-orang yang bermental kurang kuat atau mudah menyerah.
Memaknai Belajar
Belajar yang oleh rasulullah SAW kita diperintahkan untuk mencarinya, meski sangat jauh di negeri china sekalipun, meskipun sangat lama, selama hayat masih dikandung badan, menunjukkan betapa sangat pentingnya ilmu itu untuk dikuasai. Sebab dengan ilmu, kita bisa mempertahankan hidup, bisa memudahkan kita di dalam perjanan hidup. Baik dalam kehidupan di dunia ini, maupun kehidupan kita di akhirat kelak.
Berbicara lebih jauh mengenai ilmu, kita dapat mencarinya di mana saja, kapan saja, dan pada situasi apa saja. Bahkan pada saat mencari ilmu itu sendiri, kita sudah mendapatkan ilmu.
Berbicara lebih jauh mengenai ilmu, kita dapat mencarinya di mana saja, kapan saja, dan pada situasi apa saja. Bahkan pada saat mencari ilmu itu sendiri, kita sudah mendapatkan ilmu.
Tentang Kesabaran
Berjanjilah
berjanjilah.....
Berjanjilah pada mentari yang besok 'kan hadir mewarnai harimu
bahwa kamu takkan menyakiti ibumu
yang melahirkanmu sambil mengadu jiwa bersimbah darah
bahwa kamu takkan mengecewakan ibumu
yang merawatmu sedari bayi tanpa sedetik pun matanya terpejam
bahwa kamu akan selalu mencintainya sepenuh jiwamu
ketika keropos kayu kelak mengganti kakinya yang rapuh
Berjanjilah pada mentari yang besok 'kan hadir mewarnai harimu
bahwa kamu takkan menyakiti ibumu
yang melahirkanmu sambil mengadu jiwa bersimbah darah
bahwa kamu takkan mengecewakan ibumu
yang merawatmu sedari bayi tanpa sedetik pun matanya terpejam
bahwa kamu akan selalu mencintainya sepenuh jiwamu
ketika keropos kayu kelak mengganti kakinya yang rapuh
Kejujuran
Hal yang paling mendasar yang wajib dimiliki manusia adalah kejujuran. Tanpa kejujuran tentulah tak ada seorang yang saling mempercayai. Bahkan terhadap suami/isteri sekalipun. Dapat kita bayangkan bila dalam suatu rumah tangga suami-isterinya tidak memiliki sama sekali kejujuran, Akan jadi seperti apa ya...
Lalu kita bergerak ke luar yang lebih luas lagi, salah satu contoh di dunia maya yang bernama internet. Jika sudah berbicara masalah akun (account), tentu tak akan lepas dari yang namanya password. Bahkan saking rawannya masalah keamanan, tidak sedikit website yang menerapkan double protection atau proteksi ganda yang namanya password tadi.
Lalu kita bergerak ke luar yang lebih luas lagi, salah satu contoh di dunia maya yang bernama internet. Jika sudah berbicara masalah akun (account), tentu tak akan lepas dari yang namanya password. Bahkan saking rawannya masalah keamanan, tidak sedikit website yang menerapkan double protection atau proteksi ganda yang namanya password tadi.
Masalah Kesombongan
Satu hal yang menjadikan penyebab Allah SWT mengeluarkan nabi Adam AS dari surga lalu mengirimkannya ke dunia ini adalah karena kesombongan yang dimiliki oleh syaithan. Kesombongan yang ditunjukkan syaithan atau juga dikenal dengan sebutan iblis itu karena menolak perintah Allah, yaitu bersujud kepada nabi Adam AS. Menurut ibllis yang diciptakan oleh Allah SWT dari api, bersujud kepada Nabi Adam AS tidaklah pantas, karena karena nabi Adam AS hanya diciptakan dari tanah.


Derajat Bagi Orang yang Dihina
Pernahkah kita merasakan sakit hati karena dihina oleh seseorang? Atau sebaliknya, apakah kita pernah menghina orang lain sehingga membuat orang tersebut marah dan memusuhi kita dalam jangka waktu yang lama? yah, masalah hina-menghina memang sudah menjadi hal yang lumrah dalam hidup ini. Bahkan, kadang-kadang kita melakukannya dengan tanpa sadar.
Facebook dan Berhala
Kalau bicara soal Facebook, mungkin yang dulunya ada pertanyaan "siapa yang punya Facebook?" maka pertanyaanya sekarang menjadi terbalik, "siapa yang belum punya Facebook?" Ya, situs jejaring sosial yang satu ini memang sudah jadi makanan kita sehari-hari. Kita belum dikatakan orang gaul, kalau belum punya akun di Facebook.


Menunggu
Menurut pendapat banyak orang, menunggu merupakan suatu hal yang membosankan. Banyak orang yang menjadi kesal dibuatnya. Sedangkan detik yang bergerak malah seolah-olah menjadi semakin lambat. Tapi ada beberapa pendapat yang menyatakan, bahwa di sinilah kesabaran kita diuji. Sejauh mana sih tingkat kesabaran kita.
Cita-cita dan Kegagalan
Dalam mengarungi hidup, yang namanya menusia pastilah memiliki tujuan yang dinamakan cita-cita. Entah itu di bidang sekolah, kuliah, mencari pacar, mencari pekerjaan, mencari kekayaan, dan sebagainya. Tidak sedikit ujian yang merintangi seseorang dalam mengejar cita-citanya. Banyak diantara mereka yang merasakan pahitnya kegagalan dan tidak sedikit juga yang menjadi stres, depresi bahkan hilang ingatan karena kegagalan tersebut.
Waktu yang Cepat Berlalu
Saat terlahir ke muka bumi, ada begitu banyak cinta yang menyambut kehadirannya. Ada begitu banyak lelehan air mata yang mengalir sebagai simbol kebahagiaan yang menemani hari-hari selanjutnya. Seluruh keluarga, seluruh tetangga dan semua orang kerabat memberi ucapan selamat. Mereka semua ikut merasakan kebahagiaan.
Kemudian, hari-demi hari terus berlalu, minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun pun berganti.. Musim pun terus bertukaran.
Kemudian, hari-demi hari terus berlalu, minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun pun berganti.. Musim pun terus bertukaran.
Tentang Patah Hati
Memang betul, putus cinta itu teramat sangat menyakitkan. Lukanya nyaris tanpa obat. Perihnya sangat sulit dihilangkan bahkan bisa terus membekas sepanjang hidup. Tak seorang pun yang menginginkannya, kecuali orang yang sudah bosan pada pasangannya (itu sih, bukan cinta namanya).
Bendera Setengah Tiang di Jantungku
BENDERA SETENGAH TIANG DI JANTUNGKU
Benderaku kini berganti jubah berwarna kelam
enggan berkibar lagi meski angin deras mengalir
semenjak pagi sampai matahari karam di ujung senja
kau masih layu bersama kembang-kembang yang luruh
menjadi tanda awal kemarau panjang
Benderaku kini berganti sosok berwarna legam
bercerita tentang ranting patah yang lama jadi tiangnya
kepada luka ia menebar sangsi ke udara
lalu menghirup putus asa ke jantungnya
Benderaku kini berganti jubah berwarna kelam
enggan berkibar lagi meski angin deras mengalir
semenjak pagi sampai matahari karam di ujung senja
kau masih layu bersama kembang-kembang yang luruh
menjadi tanda awal kemarau panjang
Benderaku kini berganti sosok berwarna legam
bercerita tentang ranting patah yang lama jadi tiangnya
kepada luka ia menebar sangsi ke udara
lalu menghirup putus asa ke jantungnya
Perpisahan
PERPISAHAN
Bukan lelah yang hempaskan
Pun bukan bulan sabit yang jadi ajal,
di hati ada mimpi tapi kaku
dan aku tak bisa apa-apa.
Kuhapus namamu bersama susah-payah
Kadang ngilu hadir bersama sepi
Lumpuhkan sekujur tubuh
Bukan lelah yang hempaskan
Pun bukan bulan sabit yang jadi ajal,
di hati ada mimpi tapi kaku
dan aku tak bisa apa-apa.
Kuhapus namamu bersama susah-payah
Kadang ngilu hadir bersama sepi
Lumpuhkan sekujur tubuh
Malam yang Gelap untuk Hati yang Terang
Malam yang gelap telah hadir. Kegelapannya kadang-kadang bahkan seringkali memberikan pencerahan bagi hati nurani. Ketika mulai beranjak ke tempat peristirahatan, memadamkan semua penerangan, lalu memejamkan mata, di saat seperti inilah kegelapan malam membawakan cahayanya ke dalam jiwa. Terang benderang.
Sesuap Nasi untuk Hari Esok
Berapa waktu lalu saya bertemu dengan salah seorang tetangga. Kami berbincang panjang lebar mengenai banyak hal. Dari kabar keluarga masing-masing sampai gejolak politik yang carut-marut di negeri ini.
Kenangan Manis Selalu Menciptakan Kesedihan
Seperti kata pepatah "TAK ADA PESTA YANG TAK BERAKHIR"
Demikian juga dengan hari-hari yang indah bersama bapak pun usai seiring bergeraknya waktu. Di setiap kami berkunjung ke rumah bapak, sudah tak ada lagi tangan bapak yang biasa kami cium ketika masuk rumah. Tak ada lagi canda tawa juga obrolan seru yang biasa menemani kami menikmati waktu.
Demikian juga dengan hari-hari yang indah bersama bapak pun usai seiring bergeraknya waktu. Di setiap kami berkunjung ke rumah bapak, sudah tak ada lagi tangan bapak yang biasa kami cium ketika masuk rumah. Tak ada lagi canda tawa juga obrolan seru yang biasa menemani kami menikmati waktu.
Ketika Kami Masih Kecil
Di sini rumah kami ketika kami masih kecil. Dengan penuh kesabaran serta kasih sayang beliau merawat dan membesarkan kami. Ketika semua masa lalu itu terbayang lagi, betapa perihnya jiwa kami. Betapa sesaknya dada kami. Adakah waktu dapat terulang? Hanya kehilangan yang amat sangat yang bisa kami rasakan.
Bersama kerinduan yang mendalam kami berdoa, "Semoga Allah SWT senantiasa menerangi dan melapangkan kuburnya, mengampuni segala khilafnya, mengangkat derajatnya dan memasukkannya ke dalam golongan orang-orang yang beruntung"
Bersama kerinduan yang mendalam kami berdoa, "Semoga Allah SWT senantiasa menerangi dan melapangkan kuburnya, mengampuni segala khilafnya, mengangkat derajatnya dan memasukkannya ke dalam golongan orang-orang yang beruntung"
Karena Hidup HarusTerus Berjalan
Ini foto kami pada beberapa waktu lalu. Masih lekat dalam ingatan dan terasa begitu hangat. Begitu Lengkap. Tak terasa sekarang cuma tinggal cerita. Cerita manis. Cerita indah yang tak mungkin lagi bisa terulang.
Menurut sebagian orang dalam keikhlasannya menyebut "Allah Jauh menyayangi bapak ketimbang kami, jadi dalam genggaman kepiluan ini, kami mengikhlaskan bapak untuk kembali pada-Nya, Kami mengikhlaskan Allah mengambilnya untuk memberi kebahagiaan kepada bapak. Mengistirahatkan bapak dari letih di dunia ini"
Menurut sebagian orang dalam keikhlasannya menyebut "Allah Jauh menyayangi bapak ketimbang kami, jadi dalam genggaman kepiluan ini, kami mengikhlaskan bapak untuk kembali pada-Nya, Kami mengikhlaskan Allah mengambilnya untuk memberi kebahagiaan kepada bapak. Mengistirahatkan bapak dari letih di dunia ini"
Langganan:
Postingan (Atom)





