Saat yang paling disukai setiap orang adalah ketika kita bisa menjadi diri sendiri. Misalnya ketika tiba hari libur, kita bisa memanjakan diri dengan cara tidur sepuasnya, kemudian kita bisa bangun tidur kesiangan, bersantai-santai ria . Karena merasa hari ini dalah hari kita, jadi kita bebas melalukan apa saja yang kita mau.
Bila kita cermati, betapa sedikit sekali ya waktu untuk diri kita sendiri. Paling-paling hanya seminggu sekali. Namun demikian, tentu kita pun akan merasakan kebahagiaan juga, meskipun nikmat itu datangnya hanya seminggu sekali. Dan pastinya, kita akan bersyukur.
Kesempurnaan
Sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna, manusia terkadang suka lupa diri. Merasa tak ada kekurangan pada dirinya, baik itu dalam kesehatan, keuangan, popularitas, atau yang lain-lainnya. Bahasa gaul-nya kepedean.
Misalnya ada seorang perempuan yang sempurna yang sangat mengagumkan dengan wajah yang cantik, atletis, pintar mengaji, taat beribadah, rendah hati, sabar, jujur, brilian, kerja mapan dan sukses serta anak orang kaya pula, penggemar tak terhitung, antrian cinta amat panjaaaaaang, dan masih banyaaaaaaaaak lagi. Adakah yang kurang? Tidak. Tipe perempuan seperti inilah yang banyak dicari oleh para lelaki, dinanti oleh banyak perusahaan-perusahaan besar juga agensi, dirindui oleh banyak pintu-pintu surgawi dan sebagainya. Sempurna. Excellent.
Misalnya ada seorang perempuan yang sempurna yang sangat mengagumkan dengan wajah yang cantik, atletis, pintar mengaji, taat beribadah, rendah hati, sabar, jujur, brilian, kerja mapan dan sukses serta anak orang kaya pula, penggemar tak terhitung, antrian cinta amat panjaaaaaang, dan masih banyaaaaaaaaak lagi. Adakah yang kurang? Tidak. Tipe perempuan seperti inilah yang banyak dicari oleh para lelaki, dinanti oleh banyak perusahaan-perusahaan besar juga agensi, dirindui oleh banyak pintu-pintu surgawi dan sebagainya. Sempurna. Excellent. Membicarakan Cinta
Membicarakan cinta memang seperti menguras samudra. Takkan ada habisnya. Dan tak pernah selesai. Sebab cinta adalah fitrah makhluk hidup yang bernama manusia. Cinta dan denyut nafas di dalam kehidupan manusia akan selalu berangkulan, sampai kematian yang memisahkan.
Cinta yang sebenar-benarnya cinta adalah pengorbanan. Seperti seekor lebah yang dengan gagah berani merelakan nyawanya hilang ketika melindungi sarangnya yang sedang terancam. Seperti sebatang lilin yang rela terbakar habis demi setitik cahaya.
Cinta yang sebenar-benarnya cinta adalah pengorbanan. Seperti seekor lebah yang dengan gagah berani merelakan nyawanya hilang ketika melindungi sarangnya yang sedang terancam. Seperti sebatang lilin yang rela terbakar habis demi setitik cahaya.Mengejar Kekayaan
Kehidupan di jaman modern seperti sekarang ini memang tidaklah mudah. Segala sesuatunya diukur dengan materi yang pada akhirnya seseorang dapat dikatakan sukses apabila di dalam hidupnya berkelimpahan harta. Namun, bagi mereka yang hidupnya pas-pasan apalagi di bawah garis kemiskinan, tentunya hal ini bertolak belakang. Semakin rendah tingkat ekonomi, semakin jauh juga anggapan masyarakat mengenai kesuksesannya.
Apakah memang harus seperti itu cara manusia memandang orang lain, hanya sebatas pada kemampuannya mencari nafkah. Padahal, kehidupan di dunia ini hanyalah sesaat saja, dan ketika kembali kepada sang Pemilik, tidak sedikitpun apa-apa yang telah diraih dan kumpulkan di dunia ini akan dibawanya ke alam kubur.
Apakah memang harus seperti itu cara manusia memandang orang lain, hanya sebatas pada kemampuannya mencari nafkah. Padahal, kehidupan di dunia ini hanyalah sesaat saja, dan ketika kembali kepada sang Pemilik, tidak sedikitpun apa-apa yang telah diraih dan kumpulkan di dunia ini akan dibawanya ke alam kubur.
Langganan:
Postingan (Atom)