Sesuap Nasi untuk Hari Esok

foto makan bareng gopqeetz
Berapa waktu lalu saya bertemu dengan salah seorang tetangga. Kami berbincang panjang lebar mengenai banyak hal. Dari kabar keluarga masing-masing sampai gejolak politik yang carut-marut di negeri ini.

Kenangan Manis Selalu Menciptakan Kesedihan

Seperti kata pepatah "TAK ADA PESTA YANG TAK BERAKHIR"
keluarga haji sutardjo
Demikian juga dengan hari-hari yang indah bersama bapak pun usai seiring bergeraknya waktu. Di setiap kami berkunjung ke rumah bapak, sudah tak ada lagi tangan bapak yang biasa kami cium ketika masuk rumah. Tak ada lagi canda tawa juga obrolan seru yang biasa menemani kami menikmati waktu.

Ketika Kami Masih Kecil

kenangan Bapak haji sutardjo
Di sini rumah kami ketika kami masih kecil. Dengan penuh kesabaran serta kasih sayang beliau merawat dan membesarkan kami. Ketika semua masa lalu itu terbayang lagi, betapa perihnya jiwa kami. Betapa sesaknya dada kami. Adakah waktu dapat terulang? Hanya kehilangan yang amat sangat yang bisa kami rasakan.
Bersama kerinduan yang mendalam kami berdoa, "Semoga Allah SWT senantiasa menerangi dan melapangkan kuburnya, mengampuni segala khilafnya, mengangkat derajatnya dan memasukkannya ke dalam golongan orang-orang yang beruntung"

Karena Hidup HarusTerus Berjalan

mengenang Bapak haji sutardjo
Ini foto kami pada beberapa waktu lalu. Masih lekat dalam ingatan dan terasa begitu hangat. Begitu Lengkap. Tak terasa sekarang cuma tinggal cerita. Cerita manis. Cerita indah yang tak mungkin  lagi bisa terulang.
Menurut sebagian orang dalam keikhlasannya menyebut  "Allah Jauh menyayangi bapak ketimbang kami, jadi dalam genggaman kepiluan ini, kami mengikhlaskan bapak untuk kembali pada-Nya, Kami mengikhlaskan Allah mengambilnya untuk memberi kebahagiaan kepada bapak. Mengistirahatkan bapak dari letih di dunia ini"
Bapak haji sutardjo