Berapa waktu lalu saya bertemu dengan salah seorang tetangga. Kami berbincang panjang lebar mengenai banyak hal. Dari kabar keluarga masing-masing sampai gejolak politik yang carut-marut di negeri ini.
Dan pada akhirnya sampailah kami pada topik mengenai masalah kebutuhan hidup. Bicara mengenai besarnya biaya hidup di jaman sekarang, besarnya biaya sekolah, dan segala kebutuhan hidup yang lain. Istilahnya, sesuap nasi untuk hari esok. Menurut pandangan tetangga saya itu, Allah SWT sudah mengerti seberapa banyak seseorang membutuhkan sesuatu. Dan Allah tentu sudah menyiapkan segala sesuatunya serta akan diberikan tepat pada waktunya, tepat pula dalam jumlahnya. Dalam artian tidak lebih lama atau lebih cepat dari jadwal, tidak lebih banyak atau kurang dari jumlah yang dibutuhkan. Tentu saja dengan catatan, berusaha semaksimal mungkin di jalan yang diridhoi Allah, sebelum akhirnya berserah-diri.atau tawakal kepada-Nya, Yang Maha Memberi. Bukankah di dalam firman-Nya, Allah berjanji akan merubah nasib suatu kaum bila kaum itu mau berubah nasibnya sendiri. Dan kita tidak perlu meragukan-Nya, Sebab Allah Maha Menepati Janji. Jadi, berprasangka baiklah kepada-Nya, Berbuat baiklah dalam mencari rizki, lalu berserah diri pada sang Ilahi dan nggak perlu lagi pusing soal sesuap nasi untuk hari esok
