Cinta yang sebenar-benarnya cinta adalah pengorbanan. Seperti seekor lebah yang dengan gagah berani merelakan nyawanya hilang ketika melindungi sarangnya yang sedang terancam. Seperti sebatang lilin yang rela terbakar habis demi setitik cahaya.Cinta juga merupakan kebahagiaan yang terbungkus rapi di dalam kepedihan. Seperti seorang ibu yang rela mempertaruhkan jiwanya dengan rasa sakit yang luar biasa ketika melahirkan. Kemudian merasakan kebahagiaan yang tiada tara ketika mendapatkan bayinya lahir sempurna. Seperti seorang remaja yang mulai merasakan rindu yang begitu perih menyesakkan dada. Yang membuatnya tidak bisa tidur meskipun dalam keletihan. Kemudian merasakan indahnya cinta di antara kerinduan yang menghimpit jiwa.
Namun, cinta juga terasa kejam dan tak punya belas kasihan.
Seperti seseorang yang merasakan perihnya cinta ketika dihianati.
Seperti seseorang yang merasakan perihnya rindu karena patah hati. Mereka mengenang cinta seperti menguras air mata. Hanya ada sedih, perih juga pedih.
Dan membicarakan cinta memang seperti menguras samudra. Takkan pernah selesai