Kesempurnaan

Sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna, manusia terkadang suka lupa diri. Merasa tak ada kekurangan pada dirinya, baik itu dalam kesehatan, keuangan, popularitas, atau yang lain-lainnya. Bahasa gaul-nya kepedean.
Misalnya ada seorang perempuan yang sempurna yang sangat mengagumkan dengan wajah yang cantik, atletis, pintar mengaji, taat beribadah, rendah hati, sabar, jujur, brilian, kerja mapan dan sukses serta anak orang kaya pula, penggemar tak terhitung, antrian cinta amat panjaaaaaang, dan masih banyaaaaaaaaak lagi. Adakah yang kurang? Tidak. Tipe perempuan seperti inilah yang banyak dicari oleh para lelaki, dinanti oleh banyak perusahaan-perusahaan besar juga agensi, dirindui oleh banyak pintu-pintu surgawi dan sebagainya. Sempurna. Excellent.

Tetapi seperti kata pepatah, tak ada gading yang tak retak. Itulah kesempurnaan manusia. Ketika dirinya dikatakan cantik, mungkin kecantikannya tidaklah sempurna karena membutuhkan perawatan. Ketika dikatakan pandai mengaji, mungkin kepandaiannya belum sempurna karena dirinya belum membagi ilmu kepada orang lain. Dan seterusnya......dan seterusnya...
Tapi bagaimanapun juga, sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna, semestinya kita memiliki kepribadian seperti perempuan itu. Baik laki-laki ataupun perempuan. Haruslah sempurna. Yah, sempurna untuk ukuran manusia. Tidak lebih.
Karena sesungguhnya kesempurnaan sejati hanyalah milik Allah SWT. Tak ada satu pun makhluk-Nya yang bisa menandingi. Dan apabila pun ada manusia yang sempurna, tentunya hanyalah sebatas kesempurnaan sebagai makhluk ciptaanNya saja.