Hal yang paling mendasar yang wajib dimiliki manusia adalah kejujuran. Tanpa kejujuran tentulah tak ada seorang yang saling mempercayai. Bahkan terhadap suami/isteri sekalipun. Dapat kita bayangkan bila dalam suatu rumah tangga suami-isterinya tidak memiliki sama sekali kejujuran, Akan jadi seperti apa ya...
Lalu kita bergerak ke luar yang lebih luas lagi, salah satu contoh di dunia maya yang bernama internet. Jika sudah berbicara masalah akun (account), tentu tak akan lepas dari yang namanya password. Bahkan saking rawannya masalah keamanan, tidak sedikit website yang menerapkan double protection atau proteksi ganda yang namanya password tadi.
Kembali lagi ke masalah kejujuran, seandainya semua orang di muka bumi ini jujur...semuanya lho. Masih perlukah yang namanya kunci, baik itu kunci rumah, kunci kendaraan, kunci brankas, kata kunci atau sandi, ataupun kunci-kunci yang lain. Sudah barang tentu tak ada gunanya.
Oleh karen itu, betapa pentingnya sifat jujur, yang sudah sangat sering dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dan baginda rasul pun mengajarkan dengan sangat keras mengenai masalah kejujuran ini kepada semua rakyatnya bahkan kepada seluruh pengikutnya, umat islam di seluruh penjuru bumi, termasuk kita. Terhadap putrinya pun, Fatimah Az-zahra, Rasulullah SAW berjanji, dirinya sendiri yang akan memotong tangan putrinya itu apabila Fatimah terbukti mencuri.
Di bulan ramadhan pun, pada saat berpuasa, kita sebenarnya sudah membuktikan bahwa kita adalah pengikut rasulullah SAW yang jujur. Dan saking begitu tinggi kemuliaannya, maka tak ada yang tahu seberapa besar pahalanya bagi orang yang berpuasa di bulan suci tersebut, karena hanya Allah SWT yang memberikan penilaian.
Inilah pentingnya kejujuran. Dan Agar kita selalu dapat memaksimalkan sifat-sifat kejujuran kita, sering-seringlah kita bertanya pada diri kita sendiri, "Sudahkan kita menjalani hidup dengan penuh kejujuran?"