Kita tentu sudah mengenal yang dimaksud dengan pengemis. Ya, Pengemis itu adalah seseorang yang di dalam hidupnya mengalami kesulitan dalam mencari nafkah sampai-sampai harus meminta belas kasihan dari orang lain. Meskipun pekerjaan ini seperti merendahkan harga diri pelakunya, namun tidak sedikit orang yang memanfaatkan situasi ini untuk mencari rezeki, padahal kalau mau, mereka bisa mencari rezeki dengan cara yang lebih membanggakan.

Sebagai orang yang diberikan kecukupan rezeki, seharusnya kita bersyukur kepada Allah SWT dengan segala kemurahanNya. Tidak pernah merasakan kelaparan seperti pengemis tersebut, meskipun seringkali ketika makan, makanan yang kita santap tidak habis, lalu kita buang begitu saja dengan sia-sia. Seandainya kita memberi makan pada orang lain, lalu dibuang seperti yang kita lakukan, betapa kecewanya kita terhadapnya. Lantas, pada perbuatan kita tadi, bagaimana perasaan kita di hadapan Allah SWT?
Meskipun Allah SWT Maha Melihat, yang tentunya melihat perbuatan kita yang membuang-buang rezeki yang berikanNya, namun Allah SWT Yang Maha Pengasih-Penyayang tetap memberikan kita kecukupan rezeki, bahkan semakin hari semakin besar jumlah pemberianNya. Namun, dibalik itu semua, apakah Allah SWT akan diam saja dengan perbuatan kita yang seperti itu?
Sebaiknya, sebelum terlambat, kita perlu mengingat janji Allah SWT di dalam Al-Qur'an surah Ibrahim ayat 7 yang kira-kira menyebutkan agar kita bersyukur atas segala nikmatNya, karena dengan demikian Allah SWT akan menambah nikmat kepada kita, tetapi jika kita mengingkari nikmat yang telah diberikanNya, maka sesungguhnya azab Allah SWT sangatlah pedih. Dan kita pun mengerti bahwa Allah SWT Maha Menepati Janji